KATA SAMBUTAN
Pertama, saya
ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan saya
kesempatan untuk datang ke Sekolah Luar Biasa Negeri 4 Jakarta dan melakukan
pengobatan serta penelitian terhadap
para penderita tuna rungu (ketulian).
Saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepala sekolah SLBN4
Jakarta, Dra. Eka Prapti. MM; Wakil Kepsek, Jailim, S.Pd, beserta seluruh guru
dan pengurus sekolah yang telah memberikan izin, kesempatan dan waktu kepada
saya untuk melakukan penelitian akupunktur ini. Serta kepada para relawan yang telah mau ikut dalam
penelitian ini. Jika tanpa mereka semua, penelitian ini tidak akan pernah
berjalan dan membuahkan hasil. Karena kita tidak tahu apakah penelitian ini
menghasilkan yang baik atau justru kegagalan yang beresiko besar.
Kenapa saya
ingin dan berani melakukan penelitian akupunktur tuna rungu ini? Padahal ini
beresiko sangat besar, yang bisa membahayakan para relawan juga saya sendiri.
Karena penelitian adalah sesuatu yang dicoba, yang tidak tahu apakah ini baik
atau buruk. Saya merasa menjadi orang sakit yang tidak ada obatnya adalah
sungguh sangat menyakitkan juga menyedihkan. Terkadang banyak pasien pasrah
menghadapi penyakitnya. Banyak penderita tuna rungu di dunia yang ingin sembuh
dari penyakitnya, tetapi banyak yang tidak tahu mereka harus berobat kemana
atau tidak ada dokter di daerah mereka yang bisa menyembuhkan mereka. Banyak
pasien mencoba mencari informasi pengobatan yang dapat menyembuhkan mereka baik
lewat keluarga, teman, media (surat
kabar, televisi, internet, radio, dsb).
Saya mencoba
akupunktur sebagai salah satu alternatif di luar dari kedokteran barat. Saya
berharap akupunktur ini minimal dapat mengobati ketulian mereka sehingga dapat
mendengar lebih baik. Terapi ini berjalan lebih kurang 5 (lima ) bulan. Dan ternyata ini membuahkan
hasil yang baik.. Saya sangat gembira sekali terapi ini sama sekali tidak
sia-sia. Dan bagi penderita tuna rungu di luar sana
(Indonesia )
mendapatkan harapan untuk sembuh (dapat mendengar). Rasanya sangat bahagia saat mereka bisa
sembuh dari penyakitnya.
Demikianlah
akhir kata sambutan saya. Jika saya ada kekurangan dan kesalahan, saya minta
maaf sebesar-besarnya. Sekian dan terima kasih.
Hormat saya,
Elvida Yuliana
Titik akupunktur yang dipilih untuk penderita tuna rungu baik tuli
total maupun tuli parsial :
- SI-19 (ting gong)
Lokasi : depan
tragus pada sendi rahang
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,3-1 cun
Keistimewaan :
titik pertemuan meridian SI dengan meridian SJ
- GB-2 (ting hui)
Lokasi :
daerah lekukan, batas belakang proc. Condyloid mandibula dalam keadaan mulut
terbuka.
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 1-1½ cun (mulut dalam keadaan terbuka).
- SJ-3 (zhong zhu)
Lokasi :
punggung tangan antara tulang metacarpal ke-4 dan ke-5, 1 cun di atas titik
SJ-2
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,3 cun.
Keistimewaan :
titik SU meridian SJ dan titik tonifikasi .
- SJ-5 (wai guan)
Lokasi : dua
cun di atas pergelangan tangan, sisi radial tendon otot extensor digitorum
communis.
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,5-0,7 cun.
Keistimewaan :
titik luo meridian SJ, titik induk
meridian istimewa yangwei.
- SJ-17 (yi feng)
Lokasi : di
daerah lekakukan telinga bagian belakang (lobulus auricular), di antara proc.
Mastoideus dan mandibula.
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,5-1 cun.
Keistimewaan :
titik pertemuan meridian SJ dan meridian GB.
- SJ-20 (jia sun)
Lokasi :
langsung di atas apex telinga, di bagian dalam garis rambut jika telinga
ditekuk ke depan
Teknik menusuk
: menelusur sedalam 0,3-0,5 cun.
- BL-23 (shen shu)
Lokasi : dua
jari dari luar meridian GV, antara L-2 dan L-3.
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,5-1 cun.
Keistimewaan :
titik SU belakang KI.
- KI-3 (tai xi)
Lokasi :
antara mata kaki bagian dalam dan tendon achilus, setinggi bagian tertinggi
mata kaki bagian dalam.
Teknik menusuk
: tegak lurus sedalam 0,3 cun.
Keistimewaan :
titik yen dan titik SU meridian KI.
Alasan memilih 8 (Sembilan) titik ini adalah:
1. Telinga
adalah hubungan luar dengan organ ginjal (kidney), sehingga dipilih KI-3 (Tai
xi) dan BL-23 (Shen shu). Oleh karena itu, maka organ ginjal/KI dikuatkan.
Biasanya penusukan pada KI-3 dan BL-23 akan terasa ngilu, kemerahan, dan pegal.
KI-3 adalah titik yuan KI dan BL-23 adalah titik shu belakang ginjal. Ginjal
menyimpan essen
Jing (saripati) dan saripati adalah akar dari tubuh manusia. Ginjal
mempengaruhi pertumbuhan tubuh. Ginjal adalah akar dari Qi.
2. SI-19
(Ting gong), GB-2 (Ting hui), SJ-17 (yifeng), SJ-20 (Jia sun) dipilih untuk
daerah sekitar telinga. Penusukan SI-19 dan GB-2 bisa dilakukan saat mulut
terbuka karena pada saat mulut terbuka akan terdapat sebuah lubang di mana
jarum bisa masuk. Tidak bisa dilakukan penusukan saat mulut tertutup, kalaupun
masuk mungkin hanya ¼ cun saja.
Penusukan SI-19, GB-2, SJ-17 harus hati-hati karena biasanya pasien akan
mengalami pusing, muka menjadi pucat karena penusukan langsung di organ
telinga. Pasien juga akan mengalami telinga berdenging, pegal, ngilu gatal,
merasa bengkak (padahal tidak bengkak), berdenyut, terhisap oleh jarum dan
sakit. Mungkin terdapat sensasi lain yang tidak tercatat karena saya mengalami
masalah komunikasi di mana mereka juga tidak bisa menerangkan kepada saya. Jika
titik-titik ini dirangsang, biasanya pasien merasa sakit.
3. SJ-3
(zhong zhu) dan SJ-5 (wai guan) adalah titik untuk mengobati gangguan telinga
karena aliran meridian SJ masuk ke dalam telinga, kemudian muncul di depan
telinga. Oleh karena itu, digunakan kedua titik ini.
Gambar telinga :

Tuli, tunarungu, atau gangguan dengar dalam kedokteran adalah kondisi fisik yang ditandai
dengan penurunan atau ketidakmampuan seseorang untuk mendengarkan suara.
Tuli dalam kedokteran dibagi atas 3 jenis:
1.
Tuli/Gangguan Dengar Konduktif yaitu gangguan
dengar yang disebabkan kelainan di telinga bagian luar dan/atau telinga bagian tengah, sedangkan saraf
pendengarannya masih baik, dapat terjadi pada orang dengan infeksi telinga
tengah, infeksi telinga luar atau adanya serumen di liang telinga.
2.
Tuli/Gangguan Dengar Saraf atau Sensorineural
yaitu gangguan dengar akibat kerusakan saraf pendengaran, meskipun tidak ada
gangguan di telinga bagian luar atau tengah.
3.
Tuli/Gangguan Dengar Campuran yaitu gangguan
yang merupakan campuran kedua jenis gangguan dengar di atas, selain mengalami
kelainan di telinga bagian luar dan tengah juga mengalami gangguan pada saraf
pendengaran.
Ketulian dapat berupa akut dan kronis. Ketulian dapat terjadi tiba-tiba
atau dalam jangka waktu panjang, atau sejak lahir sudah mengalaminya. Menurut Kedokteran Cina, ketulian dapat
terjadi karena :
- Naiknya Qi Liver/hati
Ketulian akut atau kehilangan pendengan yang datang dan pergi
dengan stress, frustasi atau emosi lainnya. Hal ini umum terjadi dengan kondisi
tinnitus, sakit kepala, kulit merah dan ketidaknyaman iga lateral.
- Api Liver/hati atau panas lembab Liver/hati dan Gall Bladder/kantong empedu.
Naiknya api liver menyerang ke kepala dapat membuat organ
dalam telinga menjadi rusak, karena api bersifat menghanguskan.
- Stagnasi Qi dan darah
Gangguan pendengaran akut datang dengan tiba-tiba karena
melakukan aktivitas berat seperti angkat berang, trauma di kepala, atau bersin.
Akan ada rasa sakit yang tajam di kepala atau sekitar telinga, dan mungkin
warna umum di sekitar telinga.
- Insufisiensi Qi dan darah.
- Defisiensi ginjal
Gangguan pendengaran lambat yang menyebabkan ketulian. Hal
ini sering terjadi pada orang lanjut usia, di mana metabolisme tubuh mereka
sangat lambat.
Saat ibu hamil, ibu mengalami gizi kurang sehingga ginjal
lemah. Ginjal adalah tempat menghasilkan dan menyimpan intisari (jing), dan
berhubugan dengan perkembangan organ. Jika ginjal lemah, maka organ yang
dihasilkan lemah. Dan organ ginjal berhubungan luar dengan panca indra telinga.
- Gilly Apriringa (Laki-laki/18 tahun)
- Jonatan OK (Laki-laki/21 tahun)
- Ayub Indrawan (Laki-laki/18 tahun)
- Vidia (Perempuan/12 tahun)
- Rismawati (Perempuan/13 tahun)
- Jonathan Antonio Franciscus (Laki-laki/20 tahun)
- Darul Mujianto (Laki-laki/16 tahun)
- Azizah (Perempuan/17 tahun)
- Andri Anto (Laki-laki/17 tahun)
- Agus Wahyudin (Laki-laki/19 tahun)
- Mohammad Afrizal (Laki-laki/21 tahun)
- Bryan Ropson (Laki-laki/19 tahun)
Sensasi yang dirasakan
pasien saat atau setelah diakupunktur :
1. Ngilu
2. Sakit
3. Panas
di sekitar titik yang ditusuk
4. Dingin
di sekitar titik yang ditusuk
5. Urat
tertarik di sekitar daerah yang ditusuk
6. Kesetrum
7. Bengkak
(hematoma)
8. Jalan-jalan
di sekitar daerah yang ditusuk
9. Gatal
10. Berdenging
11. Terhisap
oleh jarum
12. Berdenyut
13. Pegal
14. Pusing
Kesimpulan :
Setelah melakukan terapi dalam
jangka waktu tertentu, didapatkan hasil :
1.
Untuk penderita tuna rungu, dari 12 orang yang
diterapi, semuanya mengalami penambahan pendengaran baik sedikit, sedang maupun
banyak. Berarti akupunktur 100% dapat menyembuhkan ketulian (baik total maupun
parsial).
2.
Terapi harus dilakukan secara rutin. Sistem
terapi akupunktur tidak bisa mendapatkan hasil langsung dalam sekali terapi,
tetapi secara perlahan-lahan. Minimal harus 5 kali terapi secara berturut-turut
akan memberikan hasil sedikit. Jika di bawah 3 kali terapi, tidak akan
memberikan hasil. Di atas 15 kali, terdapat hasil signifikan.
3.
Terapi harus dilakukan minimal sekali dalam
seminggu. Jika ada absen, maka pendengaran akan kembali menurun. Jika dilakukan
secara rutin dan tidak ada absen, pendengaran semakin lama semakin bagus.
4.
Waktu satu sesi penusukan adalah 20 menit.
5.
Resiko akan terapi akupunktur di telinga adalah
pusing yang dapat membuat pasien menjadi pucat dan pingsan karena pensukan di
dalam organ telinga.
6.
Hasil yang dirasakan langsung sehabis terapi
adalah telinga terasa rileks.
7.
Penilaian tidak akurat karena tidak menggunakan
alat tes kebisingan (sound level meter) sehingga tidak diketahui seberapa besar
kemajuan pendengaran pasien.
************
1.
Gilly
Apriringa (Laki-laki/18 tahun)
Total terapi :
8 kali
- 14 September 2011
- 21 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 25 Januari 2012
- 22 Februari 2012
Kesimpulan :
Penambahan pendengaran sedang/lumayan di telinga kiri. Sebelum diterapi, dapat
mendengar suara tepukan±1 meter, saat ini dapat mendengar ±3 meter.
2.
Jonatan
OK (Laki-laki/21 tahun)
Total terapi
:11 kali
- 14 September 2011
- 21 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 23 November 2011
- 28 Desember 2011
- 09 Januari 2012
- 18 Januari 2012
- 25 Januari 2012
Kesimpulan :
Penambahan pendengaran sedang di telinga kiri. Sebelum diterapi dapat mendengar
suara tepukan ±3 meter, setelah diterapi dapat mendengar sejauh ±5 meter.
3.
Ayub
Indrawan (Laki-laki/18 tahun)
Total terapi
:10 kali
- 14 September 2011
- 21 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 02 Novemeber 2011
- 23 November 2011
- 09 Januari 2012
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
Kesimpulan :
Pendengaran telinga kanan bertambah sedikit. Sebelum diterapi, bisa mendengar
suara tepukan ±50 cm, saat ini sejauh ±1 meter. Pasien belum dapat mendengar
suara musik.
4.
Vidia
(Perempuan/12 tahun)
Total terapi
:10 kali
- 14 September 2011
- 28 September 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 02 November 2011
- 09 November 2011
- 23 November 2011
- 09 Januari 2012
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
Kesimpulan :
Pendengaran kedua telinga (kiri dan kanan) bertambah banyak.
5.
Rismawati
(Perempuan/13 tahun)
Total terapi
:19 kali
- 14 September 2011
- 21 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 02 November 2011
- 09 November 2011
- 16 November 2011
- 23 November 2011
- 07 Desember 2011
- 14 Desember 2011
- 21 Desember 2011
- 28 Desember 2011
- 09 Januari 2012
- 18 Januari 2012
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
- 22 Februari 2012
Kesimpulan :
Pendengaran kedua telinga (kanan dan kiri) bertambah banyak. Dahulu pasien tidak
bisa mendengar suara, saat ini bisa mendengar suara tepukan ± 5 meter.
6.
Jonathan
Antonio Franciscus (Laki-laki/20 tahun)
Total terapi :4
kali
- 14 September 2011
- 02 November 2011
- 09 November 2011
- 23 November 2011
Kesimpulan : Pendengaran
telinga kanan bertambah banyak. Dapat mendengar suara lebih jauh saat ini,
sebelum diterapi tidak bisa mendengar.
7.
Darul
Mujianto (Laki-laki/16 tahun)
Total terapi :6
kali
- 14 September 2011
- 21 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 02 November 2011
- 23 November 2011
- 01 Februari 2012
Kesimpulan :
Pendengaran telinga kiri bertambah banyak, telinga kanan sedikit. Saat ini
dapat mendengar suara tepukan sejauh 5 meter, sebelumnya hanya 2-3 meter.
8.
Azizah
(Perempuan/17 tahun)
Total terapi
:18 kali
- 14 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 02 November 2011
- 09 November 2011
- 16 November 2011
- 23 November 2011
- 07 Desember 2011
- 14 Desember 2011
- 21 Desember 2011
- 28 Desember 2011
- 09 Januari 2012
- 18 Januari 2012
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
- 22 Februari 2012
Kesimpulan :
Pendengaran kedua telinga (kiri dan kanan) bertambah banyak. Saat pertama kali
bertemu, pasien kurang bisa diajak berkomunikasi, dan sering tidak mengerti apa
yang saya bicarakan. Tetapi terakhir kali terapi, ada peningkatan 50%.
9.
Andri
Anto (Laki-laki/17 tahun)
Total terapi :6
kali
- 14 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 23 November 2011
- 25 Januari 2012
Kesimpulan : Pendengaran
telinga kiri bertambah sedikit, di telinga kanan lebih sedikit lagi. Dapat mendengar
suara tepukan sejauh 1 meter.
10. Agus Wahyudin (Laki-laki/19 tahun)
Total terapi
:11 kali
- 21 September 2011
- 28 September 2011
- 05 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 02 November 2011
- 09 November 2011
- 23 November 2011
- 18 Januari 2012
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
- 22 Februari 2012
Kesimpulan : Pendengaran
pada telinga kiri bertambah sedikit. Sebelum terapi, hanya dapat mendengar
suara sejauh 50 cm, saat ini 1 meter.
11. Mohammad Afrizal (Laki-laki/21 tahun)
Total terapi :4
kali
- 05 Oktober 2011
- 19 Oktober 2011
- 26 Oktober 2011
- 23 November 2011
Kesimpulan : Sebelum
terapi, telinga kanan sama sekali tidak bisa mendengar, saat ini ada sudah bisa
mendengar walau sangat sedikit. Pendengaran telinga kiri bertambah lumayan.
Saat ini bisa mendengar suara sejauh 5 meter.
12. Bryan Ropson (Laki-laki/19 tahun)
Total terapi :9
kali
- 07 Desember 2011
- 14 Desember 2011
- 21 Desember 2011
- 28 Desember 2011
- 09 Januari 2011
- 25 Januari 2012
- 01 Februari 2012
- 08 Februari 2012
- 22 Februari 2012
Kesimpulan : Pendengaran
di kedua telinga bertambah sedang/lumayan.